Cara Mengenali Sasih berdasarkan Fenomena Alam (Pranata Mangsa)

Dalam tradisi masyarakat Bali dan Jawa kuno, penentuan waktu atau bulan (Sasih) tidak hanya mengandalkan hitungan matematis, tetapi juga melalui pengamatan mendalam terhadap fenomena alam (Pranata Mangsa). Alam memberikan isyarat melalui perilaku hewan, siklus hidup tumbuhan, hingga perubahan cuaca.

Berikut adalah artikel panduan untuk mengenali Sasih berdasarkan tanda-tanda alam :

1. Kelompok Sasih Kemarau (Kasa - Katiga)

Pada periode ini, matahari mulai bergerak ke utara, dan udara cenderung kering serta panas.

2. Kelompok Sasih Masa Subur (Kapat - Kanem)

Periode ini dianggap sebagai masa transisi menuju musim hujan, di mana alam tampak paling cantik dan produktif.

3. Kelompok Sasih Masa Dingin (Kapitu - Kasanga)

Matahari berada jauh di selatan, menyebabkan suhu udara di wilayah kepulauan terasa lebih dingin (bediding).

4. Kelompok Sasih Akhir (Kadasa - Sadha)

Periode penutup siklus sebelum kembali ke awal.

Ringkasan Tanda Alam Utama
Sasih Fenomena Alam Utama Indikator Tumbuhan/Hewan
Kapat Cuaca Paling Sejuk Bunga Cempaka Mekar
Kanem Puncak Hujan Suara Kodok Riuh
Kapitu Puncak Udara Dingin Pohon Bendo Berbuah
Kadasa Langit Cerah Padi Menguning
Pentingnya Memahami Tanda Alam

Mengenali Sasih melalui tanda alam bukan sekadar mitos, melainkan etno-sains yang digunakan nenek moyang untuk :

  1. Pertanian : Menentukan waktu tanam agar terhindar dari hama.
  2. Kesehatan : Mengantisipasi musim penyakit (gering).
  3. Upacara :  Menentukan hari baik berdasarkan kondisi lingkungan.
‹ Kembali